Pemberitaan Kontroversial Terkait Dugaan Oknum Polairud Meminta Uang, Inilah Penjelasan Kasatpol Airud Polres Pamekasan

    Pemberitaan Kontroversial Terkait Dugaan Oknum Polairud Meminta Uang, Inilah Penjelasan Kasatpol Airud Polres Pamekasan

    PAMEKASAN - Setelah melalui serangkaian penyelidikan dan klarifikasi, fakta terkait pemberitaan kontroversial tentang dugaan Nelayan Pamekasan keluhkan oknum Polairud meminta uang di tengah laut.

    Kasatpol Airud Polres Pamekasan Polda Jatim telah merespon terhadap berita yang di muat di salah satu media online kompas.com tanggal 17 Desember 2024 pukul 15.49 WIB.

    Kasatpol Airud Polres Pamekasan Ipda Isrok Wahyudi menjelaskan, sampai saat ini Satpol Airud Polres Pamekasan belum mempunyai armada berupa Kapal Patroli, "jadi sangat tidak mungkin untuk melakukan hal tidak terpuji yaitu tindakan yang melanggar hukum Dengan meminta uang kepada Nelayan di tengah laut".

    Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari anggota Satpol Airud Polres Pamekasan melaksanakan patroli dialogis baik di pelabuhan Branta Pesisir maupun area TPI Branta Pesisir Kec. Tlanakan, Kab. Pamekasan.

    "Kami sering bersentuhan langsung dengan Para Nelayan di pelabuhan, dan sangat tidak mungkin para nelayan tidak mengenal anggota Satpol Airud Polres Pamekasan, apalagi anggota kami sampai minta uang kepada nelayan warga binaan kami", jelas Kasatpol Airud Polres Pamekasan.

    Pemberitaan yang di sampaikan media online kompas.com juga sudah jelas, bahwasannya nelayan inisial NR dan RS yang memberikan keterangan dalam pemberitaan tersebut oknum Polairud yang sering ditemukan di tengah laut bukan polairud setempat (Polairud Polres Pamekasan).

    Ketua himpunan nelayan seluruh Indonesia, bapak Kusairi yang beralamatkan di Desa Branta Tinggi, Kec. Tlanakan menyebutkan bahwa tidak ada anggota Satpol Airud Polres Pamekasan yang meminta-minta uang dari nelayan binaannya.

    Warga pesisir dihimbau segera melapor jika menemukan tindak pidana di laut melalui Call Center Polri 110 atau langsung ke Satpolairud Polres Pamekasan.

    Ipda Isrok Wahyudi, selaku Kasatpolairud Polres Pamekasan, menegaskan komitmen mereka.

    “Kami berkomitmen menjaga keamanan perairan Pamekasan. Edukasi keselamatan dan larangan penggunaan alat tangkap merusak (destruktif ) adalah prioritas kami agar laut tetap lestari dan masyarakat nelayan yang mencari ikan mendapatkan hasil yang maksimal dan terhindar dari bahaya, ” tegasnya.

    Ia juga mengajak nelayan bersinergi. “Kalau ada kejadian di laut sekecil apa pun, jangan ragu untuk melapor. Kami siap membantu kapan saja, ” tutupnya.

    pamekasan
    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono

    Artikel Sebelumnya

    Polres Pamekasan Gelar Apel Pasukan Ops...

    Artikel Berikutnya

    Kapolres Pamekasan Pimpin Upacara Peringatan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    PPATK Ungkap Rp992 T Dana Ilegal dari Tambang Emas Tanpa Izin
    Donor Darah Dalam Rangka HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana.
    KPK Dalami Peran Eks Stafsus Menag, Gus Alex, dalam Kasus Kuota Haji
    Rancangan UU Disinformasi Ancaman Kebebasan Berekspresi?
    Kasi Ops Korem 084/Bhaskara Jaya Pimpin Asistensi Latihan Pencak Silat Militer di Wilayah Madura

    Ikuti Kami